Kamis, 07 Juni 2012

REPRODUKSI ABSTRAK


DDC 401
Syarifuddin (Kantor Bahasa Provinsi NTT)
Sikap Penutur Bahasa Bugis di Sumbawa Menuju Vitalitas Bahasanya di Tengah Gempuran Bahasa Pribumi
Kandai Vol.6 No.1, Mei 2010, halaman 13-25

Abstrak

Bahasa bugis adalah bahasa minoritas di wilayah Sumbawa. Dari hasil analisis yang ditemukan, sikap penutur terhadap bahasa Bugis di wilayah itu masuk dalam kategori sikap positif. Munculnya sikap bahasa positif itu didasarkan pada kesetiaan bahasa, kebanggan bahasa, serta kesadaran akan adanya norma bahasa oleh penuturnya. Artinya, sikap positif penuturnya itu akan gis mempunyai kemampuan yang lebih bagi bahasa bugis untuk bertahan atau daya hidupnya akan tetap tinggi. Pertimbangan ini menunjukkan bahwa bahasa Bugis tetap berada pada posisi aman (safe) ditengah gempuran bahasa-bahasa pribumi.

Kata kunci: sikap, tranmisi, vitalitas, dan pemertahanan bahasa.


HASIL REPRODUKSI

SIKAP PENUTUR BAHASA BUGIS DI SUMBAWA MENUJU VITALITAS BAHASANYA I TENGAH GEMPURAN BAHASA PRIBUMI
Oleh: Syarifuddin (Kantor Bahasa Provinsi NTT)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang penggunaan salah satu bahasa minoritas di Sumbawa yaitu bahasa Bugis. Salah satu faktor yang menyebabkan adanya bahasa minoritas bisa di karenakan beberapa imigran yang berasal dari Suku Bugis. Berdasarkan analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Bugis pada wilayah tersebut masuk dalam kategori sikap positif. Hal tersebut didukung dengan adanya rasa cinta, bangga terhadap bahasa, adanya faktor kesopanan dalam bahasa yang digunakan dan kebiasaan menggunakan bahasa Bugis masih tetap terbawa meski mereka telah berpindah tempat. Dengan sering digunakannya bahasa tersebut maka akan menjaga kelestarian bahasa Bugis dalam komunitas penuturnya.  Melalui penelitian tersebut dapat disimpulkan  dan diyakini bahwa bahasa Bugis akan tetap pada posisi aman, meskipun berada pada lingkungan bahasa pribumi.
Kata kunci :  sikap, tranmisi, vitalitas, dan pemertahanan bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar