DDC 401
Syarifuddin
(Kantor Bahasa Provinsi NTT)
Sikap Penutur Bahasa Bugis di Sumbawa Menuju Vitalitas Bahasanya di Tengah Gempuran Bahasa Pribumi
Kandai
Vol.6 No.1, Mei 2010, halaman 13-25
Abstrak
Bahasa
bugis adalah bahasa minoritas di wilayah Sumbawa. Dari hasil analisis yang
ditemukan, sikap penutur terhadap bahasa Bugis di wilayah itu masuk dalam
kategori sikap positif. Munculnya sikap bahasa positif itu didasarkan pada
kesetiaan bahasa, kebanggan bahasa, serta kesadaran akan adanya norma bahasa
oleh penuturnya. Artinya, sikap positif penuturnya itu akan gis mempunyai
kemampuan yang lebih bagi bahasa bugis untuk bertahan atau daya hidupnya akan
tetap tinggi. Pertimbangan ini menunjukkan bahwa bahasa Bugis tetap berada pada
posisi aman (safe) ditengah gempuran bahasa-bahasa pribumi.
Kata kunci:
sikap, tranmisi, vitalitas, dan pemertahanan bahasa.
HASIL REPRODUKSI
SIKAP PENUTUR BAHASA BUGIS DI SUMBAWA MENUJU VITALITAS
BAHASANYA I TENGAH GEMPURAN BAHASA PRIBUMI
Oleh:
Syarifuddin (Kantor Bahasa Provinsi NTT)
Abstract
Penelitian ini
bertujuan menjelaskan tentang penggunaan salah satu bahasa minoritas di Sumbawa
yaitu bahasa Bugis. Salah satu faktor yang menyebabkan adanya bahasa minoritas
bisa di karenakan beberapa imigran yang berasal dari Suku Bugis. Berdasarkan analisis
menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Bugis pada wilayah tersebut masuk dalam
kategori sikap positif. Hal tersebut didukung dengan adanya rasa cinta, bangga
terhadap bahasa, adanya faktor kesopanan dalam bahasa yang digunakan dan
kebiasaan menggunakan bahasa Bugis masih tetap terbawa meski mereka telah
berpindah tempat. Dengan sering digunakannya bahasa tersebut maka akan menjaga
kelestarian bahasa Bugis dalam komunitas penuturnya. Melalui penelitian tersebut dapat disimpulkan dan diyakini bahwa bahasa Bugis akan tetap pada
posisi aman, meskipun berada pada lingkungan bahasa pribumi.
Kata kunci : sikap, tranmisi, vitalitas, dan pemertahanan
bahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar